Ruang lingkup pekerjaan di Bojongtotor KM 177 mencakup fondasi tiang bor (borepile) berdiameter 1.500 milimeter sedalam 50 meter dengan capping beam, pemasangan ground anchor dan shotcrete pada lereng, serta perbaikan jalan utama.upaya peningkatan infrastruktur Jalan Tol Cisumdawu dilakukan secara cepat dan terukur mengingat tingginya mobilitas yang ada di kawasan tersebut.
Sementara di Mulyasari KM 178, pengerjaan berfokus pada borepile berdiameter 1.500 milimeter sedalam 40 meter, capping beam, dan penataan ulang elevasi tanah (regrading).
"Pekerjaan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pelintas dan memastikan tol kembali berperan secara optimal dalam memangkas waktu tempuh Bandung-Cirebon dan sekitarnya," ujar Ignatius.
Ignatius menjelaskan bahwa keterlibatan Perseroan pada proyek memprioritaskan perbaikan yang cepat dan tepat, dengan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan setiap pengguna jalan.
Ketepatan penanganan ini juga didukung oleh kemampuan WIKA Beton dalam mengerjakan pekerjaan jasa melalui kehadiran Concrete Service Unit (CSU).
"Harapannya agar jalan tol ini dapat terus berfungsi secara optimal dalam memperlancar konektivitas dan menunjang mobilitas masyarakat," ujar Ignatius.
Melalui proyek ini, Ignatius kembali menegaskan komitmen WIKA Beton dalam menghadirkan konektivitas yang prima dan tetap lancar serta aman bagi mobilitas masyarakat.