"Perusahaan juga menerapkan teknologi digitalisasi dalam proses produksi, untuk efisiensi energi dan optimalisasi produksi," ujar Vita.
Tak hanya itu, SIG juga mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) melalui penggunaan panel surya dan optimasi konversi energi gas panas buang dari proses produksi semen menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation). Hingga akhir semester I/2024, SIG berhasil menurunkan Intensitas Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 19,21 persen dari baseline 2010.
Lebih lanjut, Vita menyebut inisiatif SIG dalam transisi menuju industri hijau mendukung kebutuhan pembangunan saat ini dan yang akan datang.
SIG pun terus fokus menciptakan peluang untuk mendorong penggunaan semen hijau, salah satunya dalam proyek pembangunan IKN yang mengusung konsep sustainable and smart city melalui kerja sama dengan PT Bina Karya (Persero) dan kepemilikan saham di PT Karya Logistik Nusantara.
Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia, SIG memiliki semen hijau dan beragam produk turunan yang diproduksi ramah lingkungan.