IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, terus berupaya memaksimalkan kontribusinya terhadap lingkungan, sosial dan tata kelola (environment, social and governance/ESG) melalui beragam pendekatan.
Salah satunya dengan konsisten mendorong peningkatan indeks keanekaragaman hayati (kehati) di berbagai kawasan konservasi yang digagas di sejumlah lahan operasional Perseroan.
Terbaru, SIG melalui salah satu anak usahanya, yaitu PT Semen Tonas, juga telah mengubah peruntukan lahan seluas 31,64 hektare, atau 11,3 persen dari total lahan tambang seluas 280 hektare milik Semen Tonasa, untuk ditetapkan sebagai kawasan konservasi, yang diberi nama Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong.
"Sudah kami resmikan (sebagai kawasan konservasi) sejak 2018 lalu, untuk melindungi keanekaragaman hayati di sekitar area tambang serta kawasan Geopark dan Purbakala," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).
Bahkan, menurut Vita, salah satu bagian dari Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong, yaitu Bulu Sipong 4, saat ini telah menjadi bagian dari salah satu geosite di Geopark Maros Pangkep, dan sekaligus telah resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark, berdasarkan keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, pada 2023 lalu.