IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyetujui pemanfaatan wilayah Ciangir, Tangerang, sebagai lokasi penampungan kompos. Hal ini merupakan upaya pemprov dalam menangani 9.000 ton sampah harian Jakarta.
"Saya sudah menyetujui secara prinsip untuk Ciangir yang ada di Banten untuk menampung kompos. Kalau bisa dilakukan secara menyeluruh, maka kurang lebih 9.000 ton sampah di Jakarta Insyaallah akan tertangani," kata Pramono di Jakarta Timur, Minggu (7/6/2026).
Dia menjelaskan bahwa penanganan sampah Jakarta tidak hanya mengandalkan wilayah Ciangir. Sampah Jakarta akan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang berada di Bantargebang, Kota Bekasi.
"Sebagian besar kita gunakan untuk pembangkit listrik tenaga sampah yang ada di Bantargebang, Ujungan, dan juga di Sunter. Sebagian untuk Rorotan, untuk RDF (Refuse-Derived Fuel) ada dua di Rorotan dan juga di Bantargebang," ucap Pramono.
Dengan berbagai skema pengolahan sampah seperti kompos, PLTSa dan RDF, Pramono berharap seluruh sampah harian Jakarta bisa dimanfaatkan dengan baik, di samping mengurangi beban sampah di Ibu Kota.