sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Berapa Modal Bisnis Hewan Ternak? Cek Kisarannya

Milenomic editor Iqbal Widiarko
13/10/2024 07:00 WIB
Modal bisnis hewan ternak layak untuk Anda ketahui.
Berapa Modal Bisnis Hewan Ternak? Cek Kisarannya. (Foto: MNC Media)
Berapa Modal Bisnis Hewan Ternak? Cek Kisarannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Modal bisnis hewan ternak layak untuk Anda ketahui. Sebelum memutuskan untuk memulai usaha peternakan, penting untuk melakukan analisis mendalam tentang segmentasi pasar yang akan Anda tuju.

Dengan menentukan apakah Anda akan memasok daging hewan ke pasar lokal, regional, atau internasional. Misalnya, Anda memilih ternak sapi, memilih bibit sapi yang unggul adalah langkah yang krusial dalam memastikan kesuksesan usaha ternak sapi yang Anda geluti.

Dilansir dari berbagai sumber pada Minggu (13/10/2024), IDX Channel telah merangkum modal bisnis hewan ternak, sebagai berikut.

Kisaran Modal Bisnis Hewan Ternak

Salah satu hewan ternak yang seringkali dijadikan sebagai ladang bisnis di Indonesia adalah sapi. Jika sekilas dilihat, bisnis ternak hewan sapi memang membutuhkan nominal modal yang cukup besar.

Pasalnya, untuk bisa membeli seekor sapi saja membutuhkan uang hingga belasan juta rupiah. Walaupun begitu, ketika modal yang telah dikeluarkan dapat diputar kembali dengan lancar, potensi keuntungan dari bisnis ini bisa sangat menjanjikan. 

Untuk perkiraan modal investasi awal serta modal bisnis ternak sapi adalah sebagai berikut. 

  • Beli sapi 5 ekor = Rp10 juta * 5 = Rp50 juta
  • Sewa lahan untuk ternak = Rp4 juta per tahun
  • Biaya membuat kandang sapi = Rp7 juta 
  • Perlengkapan kandang dan perawatan sapi = Rp1,5 juta

Dari perincian biaya tersebut, modal awal agar bisa memulai bisnis ternak sapi paling tidak adalah sekitar Rp62,5 juta. Perkiraan biaya ini tentu bisa saja lebih besar atau lebih kecil tergantung dari jumlah sapi yang kamu beli di awal. 

Selain itu, tergantung dari biaya sewa lahan untuk kandang, ongkos membuat kandang, serta berbagai perlengkapannya seperti tempat makan, pembersih, timba air, selang, dan sebagainya, modal investasi awal bisnis ini juga bisa bervariasi. Tentunya, Anda perlu menyesuaikan modal awal tersebut dengan kondisi keuangan dan sesuaikan dengan ketersediaan dana saat ini.

Di samping itu, selain modal awal tersebut, ada pula biaya operasional untuk menjalankan bisnis ternak sapi. Biaya ini termasuk biaya penggemukan sapi dan juga perawatannya. Berikut adalah rincian biaya operasional bisnis sapi tiap bulannya. 

  • Makanan tambahan sejumlah Rp15 ribu per hari atau Rp450 ribu per bulan
  • Konsentrat sejumlah Rp100 ribu per hari atau Rp3 juta per bulan
  • Vaksinasi sejumlah Rp15 ribu per hari atau Rp450 ribu per bulan
  • Vitamin sejumlah Rp20 ribu per hari atau Rp600 ribu per bulan
  • Biaya obat sejumlah Rp20 ribu per hari atau Rp600 ribu per bulan
  • Biaya bensin, listrik, air, dan tagihan bulanan lain sejumlah Rp1 juta
  • Biaya kawin sapi sekitar Rp150 ribu.
  • Biaya lain sejumlah Rp300 ribu

Untuk biaya operasional, setiap bulan kamu setidaknya perlu menyiapkan dana sebesar Rp6,5 juta. Ditambah dengan biaya awal sebelumnya, maka perkiraan keseluruhan modal untuk memulai bisnis ternak hewan sapi adalah sekitar Rp68,75 juta. Nominal tersebut bisa lebih rendah atau lebih kecil tergantung dari skala bisnis dan jumlah sapi yang kamu beli sebagai bibitnya.

Risiko Bisnis Hewan Ternak

1. Risiko Ekonomi

Risiko ekonomi dalam usaha ternak sapi meliputi biaya-biaya yang tidak terduga, seperti biaya pencegahan dan pengobatan sapi sakit, serta biaya operasional lainnya.

Biaya untuk pencegahan, seperti vaksinasi dan pengobatan rutin, serta biaya pengobatan jika sapi terkena penyakit, bisa menjadi beban finansial yang besar bagi peternak. Selain itu, biaya operasional untuk transportasi, seperti pengangkutan sapi dari satu tempat ke tempat lain, juga perlu diperhitungkan dengan cermat.

2. Risiko Lingkungan

Usaha ternak sapi juga menghadapi risiko lingkungan, terutama terkait dengan bau yang tidak sedap dan limbah kotoran sapi. Bau yang menyengat dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar dan memicu keluhan dari masyarakat.

Selain itu, limbah kotoran sapi jika tidak dikelola dengan baik bisa mencemari tanah dan air, serta menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia.

3. Risiko Kesehatan

Dalam usaha ternak sapi, risiko kesehatan merupakan salah satu tantangan utama yang harus dihadapi oleh peternak. Penyakit yang menyerang sapi seperti antraks, hepatitis, dan keracunan bisa menimbulkan kerugian yang besar. Antraks, misalnya, merupakan penyakit bakteri yang sangat mematikan dan dapat menyebar dengan cepat, baik pada hewan maupun manusia.

Hepatitis juga dapat menyebabkan kerusakan pada hati sapi, mengurangi produktivitas, dan mengancam keselamatan hewan. Keracunan, yang dapat terjadi akibat konsumsi pakan yang terkontaminasi atau bahan kimia berbahaya, juga mengancam kesehatan ternak.

Itulah informasi terkait modal bisnis hewan ternak yang bisa Anda simak, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu terus update berita terkini Anda seputar bisnis dan ekonomi hanya di IDX Channel.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement