“Kebanyakan orang salah dalam berinvestasi. Dimana orang cenderung langsung membeli investasi tanpa dia tahu produk mana yang sebenarnya yang paling cocok untuk dirinya,” jelasnya.
Senada dengan itu, salah satu atlet olah raga tinju, Chris John mengelola keuangannya dengan beralih profesi sebagai pembisnis warnet. Tak lama setelah menggeluti profesi tersebut, ia menentukan pilihannya sebagai pembisnis asuransi serta menjadi morivator bersama sang istri.
Sebelum memutuskan untuk pensiun, ia sempat menelan kekalahan dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka. Saat itulah rangkaian catatan manisnya terhenti, sekaligus kehilangan gelar juara dunia kelas bulu. Hingga saat ini petinju kebanggaan Indonesia tersebut tercatat membukukan 52 pertandingan. 48 kali menang, 3 kali draw, dan satu kali kalah di akhir kariernya. (NDA)