IDXChannel - Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau Moratelindo (MORA) tertekan di tengah proses merger dengan PT Eka Mas Republik (EMR) milik Sinarmas Group yang merupakan penyedia jasa internet dengan merek MyRepublic.
Berdasarkan catatan IDX Channel, saham MORA turun 63 persen ke harga Rp6.125 dari level tertinggi di level Rp16.725. Penurunan ini terjadi cukup cepat dengan menyentuh batas auto reject bawah (ARB) selama empat hari berturut-turut (2-5 Februari 2026).
Namun, koreksi pada MORA terjadi setelah saham tersebut reli cukup panjang. Dihitung dari harga terendahnya Rp374 dalam enam bulan terakhir, harga saham MORA naik lebih dari 4.300 persen ke harga tertinggi, sebelum akhirnya turun tajam.
Direktur Utama Moratelindo, Jimmy Kadir menjelaskan bahwa, bagi perseroan, merger dengan MyRepublic akan memperluas cakupan dan jaringan kapasitas infrastruktur kepara para pelanggan, khususnya jaringan fiber-to-the-home (FTTH) dan enterprise.
"MORA bisa memasarkan produk-produk enterprise kepada calon pelanggan yang ada di jaringan FTTH EMR," katanya.