AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ini Tips Sukses Buka Usaha dan Lapangan Kerja Ala Sandiaga Uno

MILENOMIC
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 24 Agustus 2021 09:45 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno membagi tips menjadi pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja di masa pandemi.
Ini Tips Sukses Buka Usaha dan Buka Lapangan Kerja Ala Sandiaga Uno (Dok.MNC Media)
Ini Tips Sukses Buka Usaha dan Buka Lapangan Kerja Ala Sandiaga Uno (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membagi tips menjadi pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja di bidang parekraf. Terlebih di era new normal banyak orang membutuhkan pekerjaan untuk melangsungkan kehidupan.

Untuk menjadi pengusaha di tengah pandemi, Sandiaga menyampaikan bahwa seseorang harus memiliki niat yang kuat. “Hal ini penting karena jika tidak memiliki niat yang kuat maka mustahil usaha dapat berjalan secara optimal dan sesuai rencana,” tutur Sandiaga, Selasa (24/8/2021).

Selain itu, perlu juga kemampuan untuk menyiapkan modal. Modal yang dimaksud tidak hanya dari sisi finansial, tetapi modal dari sisi intelektual. Terutama literasi digital, modal sosial, dan modal networking yang sangat penting dalam mengembangkan usaha, serta belajar dari pengalaman orang lain dalam membangun usaha.

Pria yang akrab dipanggil Mas Menteri itu berbagi cerita sewaktu dirinya memulai mendirikan usaha pada saat krisis di tahun 97.

“Saya sendiri mendirikan usaha pada saat krisis di tahun 97, dimana saya di-PHK dan memutuskan untuk membuka usaha bersama teman saya. Dan alhamdulillah sampai saat ini sudah membuka lebih dari 30 ribu lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, menjadi pengusaha harus mampu berinovasi, take a risk, dan proaktif. Kita harus bergerak, bergerak, dan bergerak, tidak bisa kita menunggu bola, kita harus menjemput bola,” ujarnya.

“Karena entrepreneur itu bukanlah sebuah profesi, melainkan sebuah mindset yang terdiri dari kerja keras, sikap hidup optimistis, inovatif, kreatif, dan yang paling penting menumbuhkan jiwa leadership” kata Mas Menteri.

Pasalnya, tanpa disadari mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) yang telah menyelesaikan pendidikannya, sebagian besar langsung mencari pekerjaan. Padahal, yang sebenarnya diharapkan Menparekraf adalah para generasi muda ini bukan hanya mencari lapangan kerja setelah lulus, tapi juga menciptakan lapangan kerja.

“Di tengah pandemi dan sulitnya ekonomi, mahasiswa PTNP harus andal dalam bidang entrepreneur, Hal ini dikarenakan ada 34 juta masyarakat yang menggantungkan pendapatannya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” terangnya.

Di samping itu, Mas Menteri juga berharap mahasiswa PTNP sebagai generasi milenial dan generasi Z dapat membantu Kemenparekraf dalam melakukan promosi pariwisata dengan menjadi duta pariwisata di masing-masing daerah.

Hal itu bisa dilakukan melalui platform media sosial, mendukung pariwisata berkelanjutan dengan membantu masyarakat di sekitar destinasi pariwisata untuk menjaga kelestarian alam dan kearifan budaya lokal. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD