IDXChannel - Ekspor mobil dari China, India, Korea selatan, dan Jepang ke Timur Tengah terhambat akibat penutupan Selat Hormuz.
Produsen otomotif asal negara-negara tersebut selama ini mengekspor mobil yang bernilai miliaran dolar ke kawasan Timur Tengah melalui Selat Hormuz.
Dilansir dari Reuters (6/3/2026), perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel mengancam pengiriman kendaraan ke kawasan Timur Tengah, pasar ekspor yang besar untuk produsen mobil Asia.
Untuk China, Timur Tengah merupakan pasar luar negeri terbesar kedua terbesar di luar Negeri Tirai. Penjualan di Timur Tengah diperlukan untuk mengimbangi lemahnya permintaan di dalam negeri.
Menurut Asosiasi Mobil Penumpang China, dari 8.32 juta mobil yang dikirim ke luar negeri oleh produsen mobil China di 2025, 1.39 juta dikirim ke negara-negara teluk seperti Saudi Arabia dan United Arab Emirates.