AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Pengertian FOMO dan Tiga Dampaknya Pada Kondisi Finansial Generasi Muda

MILENOMIC
Tim IDXChannel
Senin, 27 Juni 2022 17:37 WIB
Fear of Missing Out (FOMO) terbentuk karena rendahnya kepuasan dalam kebutuhan dasar psikologis dari competence, autonomy dan relatedness.
Pengertian FOMO dan Tiga Dampaknya Pada Kondisi Finansial Generasi Muda (foto: MNC Media)
Pengertian FOMO dan Tiga Dampaknya Pada Kondisi Finansial Generasi Muda (foto: MNC Media)

IDXChannel - Istilah Fear of Missing Out (FOMO) pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013 oleh seorang ilmuwan asal Inggris, Dr. Andrew K Przybylski. Przybylski dkk (2013) mendefinisikan Fear of Missing Out sebagai ketakutan yang dirasakan individu ketika individu tersebut tidak mengetahui pengalaman atau kegiatan orang lain yang menarik.

Przybylski menggambarkan Fear of Missing Out (FOMO) terbentuk karena rendahnya kepuasan dalam kebutuhan dasar psikologis dari competence, autonomy dan relatedness. Lalu, apa hubungan FOMO dengan kesalahan finansial?

Dengan menerapkan gaya hidup yang didasarkan pada sindrom FOMO, dapat mendorong Anda mengambil keputusan keuangan dan keputusan investasi yang buruk. Pada akhirnya secara keseluruhan dapat berdampak pada neraca keuangan Anda.

Kerap kali FOMO memicu rasa cemas dan khawatir yang mendorong kita untuk terus bersaing dengan orang lain. Sindrom FOMO bahkan bisa membuat seseorang rela berhutang atau mengambil pinjaman untuk sesuatu yang tidak terlalu penting. Terus menerus terjebak dalam kondisi FOMO tentu dapat membahayakan kondisi finansial Anda

Berikut tiga dampak negatif dari sindrom FOMO bagi kondisi finansial Anda:

1. Gaya hidup konsumtif
Perasaan cemas dan khawatir sehingga ingin selalu bersaing dengan orang lain di sekitar Anda akan menguras dompet Anda dalam jumlah yang seringkali tidak sedikit. 

Inilah yang menyebabkan gaya hidup konsumtif yang akan terus terjadi apabila Anda tidak segera mengakhiri siklus FOMO ini. Bahkan gaya hidup konsumtif ini bisa mengakibatkan Anda berani untuk mengambil hutang dan pinjaman untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan.

2. Keputusan yang buruk dalam memilih investasi
Dalam berinvestasi, sudah sewajarnya Anda memiliki beberapa pertimbangan yang matang terkait dengan resiko saham, likuiditas saham, dan kinerja saham tersebut untuk jangka panjang. 

Apabila Anda berinvestasi hanya karena ikut-ikutan trend saja (FOMO) akan mengakibatkan kurangnya persiapan strategis yang tepat dan kemudian memutuskan untuk berhenti untuk berinvestasi di tengah jalan.

3. Sulit untuk menabung
Dampak negatif dari adanya FOMO adalah seseorang menganggap berbelanja hal yang sedang populer merupakan suatu keharusan. Mereka berpikir bahwa dengan berbelanja hal yang sedang populer maka mereka akan mendapatkan afirmasi dari orang lain. Perilaku ini menyebabkan kesulitan dalam menyisihkan sebagian uang untuk menabung.

Selain sindrom FOMO serta dampak negatifnya bagi kondisi finansial seseorang, ada beberapa kesalahan finansial lainnya yang harus dihindari oleh para generasi muda. Untuk mendapatkan pemahaman lebih luas terkait topik ini, MotionBanking bersama dengan PT POS Indonesia mengadakan podcast dengan tajuk 4 Kesalahan Finansial di Usia 20an yang dapat melalui laman berikut bit.ly/POSCAST 

Beberapa kesalahan finansial tersebut memang perlu diketahui dan dihindari oleh generasi muda. Untuk memberikan pemahaman lebih luas terkait dengan tema ini, MotionBanking bersama dengan PT POS Indonesia, dengan pembicara Bismo Ariobowo – Public Relation Manager dan Maria Rosalina Ekaputri - Head of Marcom & Partnership MotionBanking, diharapkan podcast ini dapat menambah wawasan masyarakat terkait dengan literasi keuangan. 

Tidak hanya itu saja, dengan mengikuti podcast ini, Anda berkesempatan untuk mendapatkan hadiah giveaway berupa 2 buah smartphone untuk 2 orang pemenang. Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di Youtube channel motionbanking dan Pos Indonesia.

Diharapkan dengan mengikuti podcast ini, para generasi muda akan meningkatkan awareness mereka atas literasi keuangan dan bagaimana cara menciptakan neraca keuangan yang stabil dan sehat. 

Di podcast kali ini, MotionBanking juga akan membagikan 2 buah smartphone bagi 2 orang pemenang yang beruntung. Segera daftarkan diri Anda ya! Untuk syarat dan ketentuan lebih lanjut dapat mengunjungi laman berikut bit.ly/GiveawayMBPOS 

Jangan lupa untuk buka rekening tabungan di MotionBanking dengan cara mengunduh aplikasi MotionBanking di Google PlayStore dan Apple AppStore melalui tautan bit.ly/downloadMotionBanking, kemudian masyarakat cukup mengisi data diri dan menggunggah selfie bersama dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Untuk informasi dan syarat ketentuan lebih lanjut dapat mengunjungi situs www.motionbanking.id ataupun menghubungi MNC Bank melalui call center di nomor 1500188, Whatsapp di nomor 0888-888-8888, ataupun melalui  e-mail di alamat cs@motionbanking.id dan Instagram di @motionbankingid.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD