sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Dihilangkan Agar Tidak Bangkrut

Milenomic editor Kurnia Nadya
15/01/2026 12:11 WIB
Alih-alih membuat target dan memaksakan diri untuk melaksanakannya, Anda bisa memulai dengan mengurangi kebiasaan keuangan yang buruk terlebih dahulu.
5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Dihilangkan Agar Tidak Bangkrut. (Foto: Istimewa)
5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Dihilangkan Agar Tidak Bangkrut. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Awal tahun umumnya disambut dengan berbagai resolusi, salah satunya resolusi keuangan. Banyak orang merencanakan perubahan saat memasuki tahun baru demi target tertentu. 

Dalam resolusi keuangan, target yang umum ingin dicapai adalah mulai menabung dan mulai mengatur pengeluaran. Dua hal ini terdengar sepele, tetapi banyak orang gagal merealisasikannya hingga akhir tahun. 

Ada yang surut semangat di tengah perjalanan hingga kehilangan konsistensi, ada yang salah menerapkan strategi, ada juga yang kalah dengan godaan dan akhirnya melanggar resolusi yang dibuatnya sendiri. 

Agar mudah menjalankan resolusi, Anda dapat membuat resolusi yang sederhana. Alih-alih membuat target angka yang pakem dan memaksakan diri untuk melaksanakannya, Anda bisa memulai dengan mengurangi kebiasaan keuangan yang buruk terlebih dahulu. 

Melansir OCBC NISP (15/1/2026), berikut ini adalah 5 kebiasaan buruk dalam keuangan yang harus dihilangkan untuk melatih kedisiplinan finansial tahun ini. 

5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Dihilangkan 

1. Sering ‘Nombok’ dengan Pinjam ke Orang Terdekat

Data dari OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa 39 persen orang masih sering meminjam uang ke teman/keluarga dan digunakan untuk memenuhi gaya hidup. 

Ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari masyarakat yang masih mengadopsi gaya hidup seperti peribahasa ‘lebih besar pasak daripada tiang.’ Jika Anda memiliki kebiasaan ini, upayakan untuk mulai menghentikannya. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement