sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Dihilangkan Agar Tidak Bangkrut

Milenomic editor Kurnia Nadya
15/01/2026 12:11 WIB
Alih-alih membuat target dan memaksakan diri untuk melaksanakannya, Anda bisa memulai dengan mengurangi kebiasaan keuangan yang buruk terlebih dahulu.
5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Dihilangkan Agar Tidak Bangkrut. (Foto: Istimewa)
5 Kebiasaan Buruk dalam Keuangan yang Harus Dihilangkan Agar Tidak Bangkrut. (Foto: Istimewa)

2. Gaji Baru Masuk dan Langsung Habis 

Indeks yang sama juga menyebutkan 14 persen masyarakat memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan.

Tak sedikit orang yang langsung kehabisan uang setelah menerima gaji. Bukan karena kebutuhan pokok dan kewajiban finansialnya banyak, tetapi karena hal-hal lain yang bersifat tidak urgent. 

Ini terjadi karena setelah menerima gaji, individu biasanya merasa memiliki banyak uang, lalu menggunakannya tanpa pikir panjang untuk berbelanja, membeli hal-hal yang kurang penting. Kemudian tanpa terasa, gaji tersisa pas-pasan. 

3. Membayar Tagihan Kredit dengan Nilai Minimum 

Membayar tagihan kartu kredit dengan nominal paling minimum mungkin terasa melegakan, tetapi hanya untuk jangka pendek. Padahal kebiasaan ini bisa
menjadi jebakan finansial untuk ke depannya. 

Data Financial Fitness Index 202 dari OCBC NISP menunjukkan bahwa 56 persen nasabah hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Jika dibiarkan, kartu kredit yang semula jadi alat bantu justru berubah menjadi beban jangka panjang.

Sebab nasabah menumpuk sisa utangnya, dan utang tersebut dapat bertambah nilainya jika transaksi yang digunakan memiliki bunga. 

4. FOMO (Fear of Missing Out) Berlebih

Tekanan sosial memang punya pengaruh yang besar terhadap keputusan finansial seseorang. Namun bukan berarti Anda harus selalu mengikuti apa yang sedang tren di pasaran dan di kalangan pergaulan Anda. 

Menurut data Financial Fitness Index OCBC 2025, 76 persen masih menghabiskan uang yang dimiliki unuk mengikuti gaya hidup teman. Mulai dari nongkrong bersama, liburan, hingga tren belanja. 

Kebiasaan tersebut membuat individu banyak mengorbankan keuangannya demi merasa tidak ketinggalan. Padahal, kebiasaan ini dapat membuat Anda kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement