AALI
8450
ABBA
555
ABDA
0
ABMM
1225
ACES
1315
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2740
ADHI
930
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1385
AGRO
2310
AGRO-R
0
AGRS
248
AHAP
69
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4040
AKSI
420
ALDO
720
ALKA
272
ALMI
238
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.75
0.43%
+1.98
IHSG
6137.29
0.48%
+29.02
LQ45
866.05
0.45%
+3.87
HSI
24759.28
2.22%
+537.74
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16352.18
1.04%
+167.68
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
806,781 / gram

Risiko Jadi Korban Doxing Intai Pengguna Aplikasi Kencan

MILENOMIC
Intan Rakhmayanti
Sabtu, 24 Juli 2021 20:17 WIB
Bagi pengguna aplikasi kencan, waspadai penyalahgunaan pengumpulan dan pemaparan publik atas data pribadi (doxing).
Risiko Jadi Korban Doxing Intai Pengguna Aplikasi Kencan (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pada era digital tampaknya aplikasi kencan menjadi cara paling populer bagi orang bertemu dan berkomunikasi. Namun, dengan hubungan yang berpindah ke dunia digital, pengumpulan dan pemaparan publik atas data pribadi (doxing) menjadi perhatian utama.

Tim Kaspersky melakukan survei, mengungkap ancaman dan perhatian utama yang dihadapi pengguna saat berkencan online.

Sebagai hasil, para ahli Kaspersky menemukan bahwa setiap pengguna ke-6 telah mengalami kejahatan doxing saat berkencan online. Tim Kaspersky mensurvei ancaman dan perhatian utama yang dihadapi pengguna saat berkencan online. Hasilnya, 54 persen responden mengakui, aplikasi kencan membuat segalanya mudah.

Namun 55 persen responden lainnya mengklaim, mereka takut diikuti seseorang yang ditemui secara online. Takut diikuti oleh seseorang yang ditemui secara online juga merupakan salah satu bentuk doxing.

Perusahaan keamana siber itu menyebut, berbagi informasi secara berlebihan di aplikasi kencan dan medsos menjadi hal yang bisa menyebabkan masalah besar di masa depan.

Disebutkan, pelaku doxing (doxer) bisa mudah mengambil dan memanfaatkan data-data pribadi tersebut. Misalnya saja, Doxer mengetahui alamat rumah target, tempat kerja, nama, nomor telepon, dan lain-lain, meningkatkan risiko untuk menjadikan ancaman dari dunia online tersebut ke dunia fisik.

Setiap enam responden (16%) mengaku pernah mengalami kejahatan doxing. Selain itu, sebanyak 11% responden yang menghadapi kejahatan doxing saat berkencan online, tidak tahu bahwa mereka telah menjadi korban doxing.

Tidak hanya itu, 40% orang yang diwawancara mengakui, saat berkomunikasi online, pasangan mereka membagikan screenshot percakapan tanpa persetujuan korban, mengancam untuk menyebarkan informasi pribadi, membocorkan foto intim, hingga membuntuti di kehidupan nyata.

Menurut pakar keamanan di Kaspersky Annda Larkina, penting saat berkomunikasi dengan seseorang secara online, untuk tetap mengingat aturan dasar privasi digital. "Untuk berkencan secara online dengan aman, kami menyarankan untuk tidak membagikan informasi pengenal pribadi, seperti nomor telepon, lokasi, rumah, dan alamat kantor, dan lain-lain," tuturnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Mencegah ancaman pada tahap awal seperti ini akan membuat pengguna aplikasi lebih dapat menikmati kencan online tanpa rasa khawatir. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD