AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Simak! Begini Strategi Atur Keuangan di Tengah Kenaikan Harga Barang

MILENOMIC
Shelma Rachmahyanti
Kamis, 27 Januari 2022 11:45 WIB
Mengatur keuangan di tengah kenaikan harga barang sementara gaji belum tentu naik perlu untuk diikuti.
Mengatur keuangan (Ilustrasi)
Mengatur keuangan (Ilustrasi)

IDXChannel - Mengatur keuangan di tengah kenaikan harga barang sementara gaji belum tentu naik perlu untuk diikuti. Tujuannya, agar keuangan yang ada selalu sehat dan cukup dalam memenuhi segala kebutuhan.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengungkapkan, jika berada di posisi tersebut yang perlu dilakukan adalah mengkaji ulang pos pengeluaran. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya defisit anggaran belanja.

“Kalau kondisi seperti ini berarti pos pengeluaran perlu dikaji ulang ya. Karena kalau pengeluaran kita naik tapi penghasilan kita tidak naik, jika tidak diatur ulang maka bisa menyebabkan defisit anggaran belanja. Nah, kalau sudah defisit itu berarti kan bisa terjadi lebih besar pasak daripada tiang ya,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (27/1/2022).

Menurut Mike, pengkajian ulang dilakukan dalam rangka memperkecil pengeluaran daripada penghasilan. Adapun hal itu bisa dilakukan melalui beberapa pendekatan.

Pertama, dimulai dari mengubah konsep berpikir. Di mana, dalam kondisi tersebut harus mengatur ulang prioritas.

“Yang tadinya sudah kita set begitu prioritas kita, maka dengan kondisi seperti ini mungkin bisa jadi prioritasnya berubah. Tadinya ada prioritasnya 5, nah sekarang mungkin jadi tinggal 3 aja misalnya kayak gitu,” ujar Mike.

Selanjutnya, yakni dengan melakukan penggantian atau substitusi. Ini dilakukan jika tidak bisa menghilangkan kebiasaan.

“Sebagai contoh kita perlu eksternal data. Eksternal data itu merknya kan macam-macam, dari yang paling mahal kualitasnya sampai yang paling efisien atau yang paling murah. Biasanya mungkin Anda pilih yang nomor 1, tapi karena sedang berhemat mungkin Anda jadi pilih merk yang berbeda ,” jelas dia.

Lebih lanjut, Mike Menjelaskan bahwa beberapa pendekatan atau teknik tersebut tetap mengacu pada prioritas. Adapun yang utama harus dilakukan, yakni mengatur kembali prioritas.

“Prioritasnya itu dikaji ulang kembali kemudian baru kita secara teknik mengatur alokasinya. Alokasinya kalau yang tadinya ada bisa ditiadakan, kalau tidak bisa ditiadakan kita kurangi jumlahnya maupun frekuensinya, kemudian teknik yang lain juga selain dikurangi bisa kita ganti,” tandasnya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD