AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Single Mom Harus Pintar, Simak 7 Tips Mengelola Keuangan yang Cerdas dan Sehat

MILENOMIC
Muhammad Yan Yusuf
Kamis, 16 Desember 2021 10:48 WIB
Kecerdasan finansial single mom dan menyusun pengeluaran tiap bulannya wajib dilakukan agar masalah ekonomi bisa teratasi.
Single Mom Harus Pintar, Simak 7 Tips Mengelola Keuangan yang Cerdas dan Sehat. (Foto: MNC Media)
Single Mom Harus Pintar, Simak 7 Tips Mengelola Keuangan yang Cerdas dan Sehat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menjadi single mom harus memiliki kemampuan mengatur keuangan yang mumpuni. Kecerdasan finansial dan menyusun pengeluaran tiap bulannya wajib dilakukan agar masalah ekonomi tak terjadi di kemudian hari.

Mengutip website Ibupedia.com, menjadi single mom tentu harus menjadi bijak. Tercatat ada empat permasalahan yang tentu akan terjadi saat mengurusi anak sendirian, yaitu kehilangan suami yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga dan pengeluaran pengasuh.

Karena itu, untuk memaksimalkan keuangan, para ibu diminta mengkesampingkan keinginan pribadi dan menyiapkan keuangan saat kondisi kondisi darurat. Berikut kami himpun tipsnya :

  1. Rencanakan keuangan dengan baik.

Sangat beruntung bila di awal single mom si ibu memiliki tabungan yang cukup. Dengan demikian ia bisa memulai usaha baru, menopang ekonomi keluarga pada awal awal.

Meski demikian, sebelum melakukan usaha, tentunnya harus memiliki menyusun keuangan dengan rinci. Sebab, kesalahan dalam mengatur keuangan bisa memicu stres dan menggerus kebahagiaan Ibu maupun si kecil.

Dalam mengatur keuangan, ibu diminta untuk menyusun pendapatan dan pengeluaran demi memberikan nafkah untuk kebutuhan si kecil. Termasuk mencatat tabungan dan semua investasi yang ibu miliki.

Dalam membuat daftar, diusahakan mengalokasikan dan untuk kebutuhan primer keluarga atau anak selama sebulan kedepan. Lalu mencatat semua utang, cicilan rumah, hingga tagihan kartu kredit dan menandai tanggal jatuh tempo pembayaran.

Si ibu harus cermat dalam memilih asuransi pendidikan dan kesehatan dengan mempertimbangkan angsuran bulanan agar tak memberatkan.

  1. Cari Pemasukan yang Stabil.

Menjadi kepala rumah tangga baru, single parent membutuhkan penghasilan yang stabil untuk mencukupi kebutuhannya dan si kecil. Sehingga mempermudah  memperkirakan pengeluaran dalam setiap bulannya. Dengan pemasukan yang stabil, ibu menjadi lebih tenang mengatur keuangan bahkan untuk beberapa bulan ke depan.

Disisi lain memiliki pemasukan yang stabil dapat menabung dengan rutin dan memiliki pandangan berapa lama waktu dan jumlah yang diperlukan saat menabung untuk mencapai nominal tertentu. Ibu bisa cepat mendapatkan pemberitahuan jika ada pengeluaran yang  tidak seperti biasanya, sehingga Ibu akan lebih mudah dalam menelusuri untuk apa pengeluaran tersebut digunakan.

  1. Utamakan Kebutuhan Primer.

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi untuk keberlangsungan hidup seperti makanan, pendidikan, dan tempat tinggal yang layak. Tak mudah memenuhi primer bagi single parent yang memiliki penghasilan tunggal dengan segala urusan rumah tangga sembari bertanggung jawab pada anak.

Karenanya, lebih bijak bila ibu mengalokasikan dana untuk kebutuhan primer selama tiga bulan ke depan demi mempersiapkan masalah dikemudian hari.

Meski demikian, tak mustahil memprioritaskan keuangan untuk mencukupi kebutuhan primer terlebih dahulu. Jika hal tersebut sudah terpenuhi, barulah Ibu bisa menyisihkan uang untuk keperluan sekunder dengan tenang, hemat menjadi kunci dalam tips ini.

Selain itu, kecermatan memilih mana hal penting dan mana yang tidak wajib dilakukan. Karenanya, ibu membuat pos-pos keuangan cadangan secara terpisah supaya tak menyentuh alokasi dana kebutuhan primer.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD