AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Timbulkan Perilaku Konsumtif, Jadi Salah Satu Bahaya Penggunaan Paylater

MILENOMIC
Winda Destiana
Kamis, 21 Oktober 2021 11:25 WIB
Memberikan kemudahan dalam keuangan, bukan berarti Paylater tidak membawa dampak atau bahaya ke dalam pos penghasilan.
Timbulkan Perilaku Konsumtif, Jadi Salah Satu Bahaya Penggunaan Paylater
Timbulkan Perilaku Konsumtif, Jadi Salah Satu Bahaya Penggunaan Paylater

IDXChannel - Berkembangnya teknologi tidak hanya berdampak pada informasi, namun juga jasa keuangan. Salah satunya adalah kehadiran Paylater yang menawarkan kemudahan kepada konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa yang mereka inginkan. 

Paylater merupakan fasilitas keuangan dimana konsumen bisa membayarnya di kemudian hari. Waktu pembayaranya pun beragam, mulai dari satu bulan hingga satu tahun. Tentu, Paylater memiliki bunga yang lumayan besar. 

Memberikan kemudahan dalam keuangan, bukan berarti Paylater tidak membawa dampak atau bahaya ke dalam pos penghasilan. Menurut Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho Paylater mendorong konsumen secara sadar maupun tidak menjadi lebih konsumtif. 

"Karena Paylater ini ibarat kita mendapatkan uang talangan untuk membeli kebutuhan atau sesuatu barang yang diinginkan," kata dia kepada IDX Channel belum lama ini. 

Meski demikian, dijelaskan lebih lanjut oleh Andy, jika sifatnya mendesak dan memang kebutuhan yang diperlukan itu masih wajar. Ketimbang sekedar memenuhi keinginan semata. 

"Kalau memang mendesak dan harus pakai Paylater ya menurutku masih wajar. Tapi kalau sekedar konsumtif belaka itu yang bahaya," tambah Andy. 

Pasalnya, jika menggunakan Paylater, sudah pasti ada bunga yang berjalan dan harus dibayarkan. Harga barang pun menjadi lebih mahal jika membeli secara cash. 

"Bahaya Paylater yang pertama sudah jelas, kita jadi konsumtif, karena merasa ada dana tadi. Yang kedua, total pembelanjaan yang dibayarkan jadi lebih besar ketimbang semestinya akibat bunga tadi," jelas dia. 

Jadi menurut Andy, lebih baik masyarakat lebih bijak lagi sebelum menggunakan Paylater sebelum akhirnya terjerat utang yang sulit untuk dibayarkan. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD