AALI
9950
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1280
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7625
ADMG
189
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1395
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
750
ALDO
1365
ALKA
306
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.48
1.13%
+5.71
IHSG
6698.18
1.08%
+71.31
LQ45
953.94
1.12%
+10.60
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Untung 60 Persen per Tahun, Ini Tips Investasi Ala Trader Milenial John Wen

MILENOMIC
Firda Dwi Muliawati
Kamis, 05 Agustus 2021 18:53 WIB
John Wen merupakan sosok trader sukses dari generasi milenial dalam berinvestasi saham. Berikut tips yang dibagikannya bagi para investor.
Untung 60 Persen per Tahun, Ini Tips Investasi Ala Trader Milenial John Wen (Dok.MNC Media)
Untung 60 Persen per Tahun, Ini Tips Investasi Ala Trader Milenial John Wen (Dok.MNC Media)

IDXChannelJohn Wen merupakan sosok trader sukses dari generasi milenial dalam berinvestasi saham. Lahir dan besar di Kota Medan, Sumatera Utara, John Wen berhasil menumbuhkan modalnya sampai sekitar 60% per tahunnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (5/8/2021), John Wen pertama kali terjun dalam dunia investasi khususnya saham pada tahun 2012. Terhitung sekarang usia John menyentuh 28 tahun dan menjadi salah satu generasi milenial yang sukses di dunia saham.

John dalam kisahnya, belajar mengenai investasi saham secara mandiri atau otodidak. Ia belajar melalui sumber buku yang berkaitan dengan Warren Buffett. Satu hal yang selalu tertanam dalam pembelajaran sahamnya adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan dan nilai suatu perusahaan.

John menerapkan satu prinsip sederhana dalam berinvestasi saham, yaitu dengan membeli saham non-unggulan dengan harga rendah kemudian menjualnya saat harga saham tersebut sudah naik.

“Prinsipnya sederhana, beli murah dan jual saat harganya tinggi,” pungkas John, dikutip dari salah satu kanal Youtube, Kamis (5/8/2021).

Dalam berinvestasi, John empat hal. Pertama, memilih perusahaan yang produknya mudah dimengerti. Kedua, cari perusahaan yang mampu mencetak return on equity tinggi serta utang rendah. Dia menjelaskan, biasanya perusahaan dengan klasifikasi tersebut juga memiliki profit margin yang lebih tinggi dibanding kompetitor.

Selanjutnya mengenai manajemen. Perusahaan yang memiliki Good Corporate Governance (GCG) baik selalu menjadi pilihan. Selain itu, perusahaan tidak menyalahgunakan uang, serta perusahaan tersebut dijalankan oleh orang-orang yang punya kemampuan di bidangnya.

Dan yang terakhir, mempertimbangkan valuasi. Perusahaan yang memiliki PER di bawah 5 kali dan PBV di bawah 0,8 kali cocok untuk dipilih. Selain itu net asset value (NAV) di atas nilai pasar ekuitas bisa dipilih. Dimana valuasi juga jadi hal yang harus dipertimbangkan jika ingin sukses investasi saham.

Sebagai informasi, dirinya mengaku pernah belajar analisa teknikal dari perusahaan sekuritas yang ada di Medan. Namun Ia merasa kurang tertarik untuk menerapkan ilmu yang sudah didapatkannya tersebut.

“Saya diajari untuk beli saham saat harga naik. Ini kurang logis sebab statistika dan peluang adalah dua hal yang berbeda,” jelasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD