Di lokasi kejadian, dukungan dari masyarakat terus hadir. Warga dan komunitas datang menyampaikan doa serta meninggalkan bunga sebagai bentuk kepedulian. Kehadiran ini menjadi penguat bagi keluarga yang tengah melalui masa sulit.
Seiring berjalannya waktu, layanan di Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani masyarakat. Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April 2026, tercatat volume pengguna KRL mencapai 15.774 pengguna untuk Gate In dan 20.575 pengguna untuk Gate Out.
Dalam proses pendampingan, KAI juga memberikan perhatian pada keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Dukungan berupa jaminan pendidikan diberikan kepada anak dari pelanggan yang meninggal dunia, agar harapan tetap terjaga dan masa depan dapat terus dilanjutkan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa seluruh upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pemulihan dan keselamatan ke depan.
“Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan,” kata Bobby.
(NIA DEVIYANA)