"PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48% dari total timbulan sampah nasional," kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).
Dengan berkurangnya timbulan sampah, PSEL dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Sebab, risiko berbagai penyakit menurun, khususnya di sekitar TPA. Dalam jangka panjang, PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Juga mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon," ucap Qodari.
Ia menambahkan, PSEL berpotensi menghasilkan tenaga listrik rata-rata sebesar 25 MW untuk PSEL dengan kapasitas pengolahan sampah 1.000 ton per hari.
"PSEL juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi, antara lain melalui investasi, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Keberadaan PSEL pun dapat turut mendorong transfer teknologi yang diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan sampah," Qodari menjelaskan.