sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Andalkan PSEL, Pemerintah Targetkan Sampah Berkurang 33.000 Ton per Hari pada 2029

News editor Binti Mufarida
23/04/2026 13:27 WIB
PSEL merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah. 
Andalkan PSEL, Pemerintah Targetkan Sampah Berkurang 33.000 Ton per Hari pada 2029. (Foto: Istimewa)
Andalkan PSEL, Pemerintah Targetkan Sampah Berkurang 33.000 Ton per Hari pada 2029. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pemerintah menargetkan pengurangan 33.000 ton sampah per hari pada 2029 melalui proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WTE). 

Pembangunan PSEL tengah dipercepat oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. PSEL merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah. 

Jumlah sampah yang dihasilkan di seluruh Indonesia telah mencapai sekitar 140.000 ton per hari. Sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terbatas, demikian juga dengan tingkat pengolahan melalui reduce-reuse-recycle (3R).

Melalui pemanfaatan teknologi termal, seperti insinerasi, PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, sekaligus menghasilkan energi listrik. 

Pembangunan PSEL difokuskan pada wilayah perkotaan dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari. Targetnya pada 2029, PSEL dapat mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari. 

"PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48% dari total timbulan sampah nasional," kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).

Dengan berkurangnya timbulan sampah, PSEL dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Sebab, risiko berbagai penyakit menurun, khususnya di sekitar TPA. Dalam jangka panjang, PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

"Juga mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon," ucap Qodari.

Ia menambahkan, PSEL berpotensi menghasilkan tenaga listrik rata-rata sebesar 25 MW untuk PSEL dengan kapasitas pengolahan sampah 1.000 ton per hari.

"PSEL juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi, antara lain melalui investasi, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Keberadaan PSEL pun dapat turut mendorong transfer teknologi yang diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan sampah," Qodari menjelaskan.

Pemerintah menargetkan untuk membangun PSEL di 30 lokasi/aglomerasi di 61 Kabupaten/Kota di Indonesia. Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi. Sehingga, total kapasitas pengolahan PSEL mencapai 33.000 ton/hari.

Pada tahap pertama, PSEL ditargetkan groundbreaking pada Juni 2026 di lima lokasi. Kelima lokasi tersebut, antara lain Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, serta Bandung Raya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement