“One-way sepenggal maupun one-way nasional itu tentunya kami sudah mempersiapkan emergency plan,” lanjut Agus.
Kendati demikian, dia menyebut penerapan skema rekayasa lalu lintas one-way atau contraflow akan dilakukan tergantung pada parameter jumlah kendaraan di gerbang tol tertentu.
“Jadi, kalau memang nanti parameter di Gerbang Tol Kalikangkung itu sudah hampir 4.000 kendaraan, kami juga mungkin akan melakukan one way,” ucap Agus.
Agus menegaskan bahwa jika volume kendaraan masih di bawah ambang batas, maka rekayasa lalu lintas contra flow akan lebih dahulu dioptimalkan.
“Tetapi kalau masih di bawah 3.800 kendaraan atau 2.500 kendaraan, kami masih bisa menggunakan jalur arah Jakarta dan arah ke Trans Jawa,” tutup Agus.
(Nadya Kurnia)