IDXChannel - Amerika Serikat (AS) tidak akan memperpanjang penangguhan sanksi terhadap minyak Iran dan Rusia.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (16/4/2026), Washington tidak akan memperpanjang penangguhan sanksi selama 30 hari terhadap minyak Iran dan Rusia yang berakhir minggu ini.
“Kami tidak akan memperbarui izin untuk minyak Rusia, dan kami tidak akan memperbarui izin untuk minyak Iran," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Bulan lalu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengeluarkan penangguhan sanksi untuk mengatasi kekurangan pasokan minyak global. Hal ini bertujuan untuk meredam lonjakan harga.
Harga minyak bergejolak sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Perang meluas ke seantero Timur Tengah dan melumpuhkan Selat Hormuz yang penting bagi ekspor migas lewat laut.
Pengecualian yang dikeluarkan Departemen Keuangan AS pada 20 Maret lalu memungkinkan sekitar 140 juta barel minyak mencapai pasar global dan membantu mengurangi tekanan pada pasokan energi selama perang. Pengecualian tersebut akan berakhir pada 19 April.
Bessent mengatakan bahwa AS kini bersiap untuk lebih membatasi perdagangan minyak Iran dengan sanksi baru.
“Kami telah memberi tahu perusahaan, kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, bahwa jika uang Iran berada di bank Anda, kami sekarang bersiap menerapkan sanksi sekunder, yang merupakan tindakan yang sangat tegas,” katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)