AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama 60 hari bulan lalu. Kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan dimulainya negosiasi terkait isu nuklir.
Namun, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir. Kedua negara berselisih pendapat soal pembukaan Selat Hormuz
Iran bersikukuh sebagai satu-satunya pihak yang mengelola jalur itu, sementara AS berupaya membuka rute alternatif di Selat Hormuz.
Bentrokan terbaru ini dipicu serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz melalui koridor alternatif yang dibuka AS, alih-alih rute yang ditetapkan Teheran.
Militer AS menyatakan, serangannya dirancang untuk melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz. (Wahyu Dwi Anggoro)