sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AS Disebut Siapkan Dana Rp5.300 Triliun untuk Rekonstruksi Iran

News editor Wahyu Dwi Anggoro
15/06/2026 12:12 WIB
Isi nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih simpang siur usai kedua negara mengumumkan kesepakatan tersebut.
AS Disebut Siapkan Dana Rp5.300 Triliun untuk Rekonstruksi Iran. (Foto: Inews Media Group)
AS Disebut Siapkan Dana Rp5.300 Triliun untuk Rekonstruksi Iran. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Isi nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih simpang siur usai kedua negara mengumumkan kesepakatan tersebut.

Dilansir dari The Straits Times pada Senin (15/6/2026), MoU tersebut rencananya baru akan secara resmi ditandatangani di Swiss pada 19 Juni.

Menurut media Iran, Mou itu terdiri dari 14 poin, termasuk penghentian serangan terhadap Iran dan Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, dimulainya pembicaraan nuklir selama 60 hari antara AS dan Iran, serta peyaluran dana dari AS ke Iran.

AS disebut akan mencairkan aset Iran yang dibekukan sebesar USD24 miliar atau sekitar Rp424 triliun. Sebanyak USD12 miliar atau sekitar Rp212 triliun akan dicairkan sebelum negosiasi nuklir dimulai.

AS dan sekutunya juga disebut akan membiayai proyek rekontruksi di Iran. Nilai totalnya diperkirakan mencapai USD300 miliar atau sekitar Rp5.300 triliun.

Namun, isi MoU versi Iran tersebut dibantah AS. Menurut media online Axios, pejabat AS membantah pihaknya akan menyerahkan USD12 miliar ke Iran sebelum pembicaraan nuklir dimulai.

"Ini sama sekali tidak benar. Pembayaran akan dilakukan berdasarkan pemenuhan komitmen. Tidak ada aset yang akan dilepaskan sebelum pihak Iran melaksanakan komitmen mereka," kata pejabat AS yang menolak disebut namanya itu kepada Axios.

Penyaluran dana besar-besaran ke Iran kemungkinan akan ditentang oleh kubu anti-Iran di AS. Senator AS Lindsey Graham baru-baru ini menolak wacana dana rekonstruksi sebesar USD300 miliar untuk Teheran.

Washington sampai saat ini belum mengungkapkan isi MoU versi mereka. Di media sosial, Presiden AS Donald Trump hanya mengungkapkan pembukaan Selat Hormuz dan pembatalan sistem tol di jalur maritim penting tersebut.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir," kata Trump di Truth Social. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement