IDXChannel - Iran membantah klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Teheran akan mengizinkan pengawas nuklir kembali ke negara itu.
Setelah negosiasi dengan Iran di Swiss, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa diskusi terkait hal ini dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan dilakukan secepatnya.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kepada media pemerintah bahwa Teheran belum membuat komitmen baru tentang inspeksi nuklir.
Dilansir dari BBC pada Selasa (23/6/2026), wacana inspeksi nuklir muncul setelah AS mencabut sanksi terhadap Iran selama 60 hari.
Pencabutan sanksi tersebut membebaskan aktivitas produksi, penjualan, dan pengiriman minyak mentah dan petrokimia Iran hingga 21 Agustus. Kebijakan ini memungkinkan Teheran untuk menjual minyak dalam dolar AS.