IDXChannel - Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Jenewa, Swiss pekan ini belum menghasilkan kesepakatan terkait isu nuklir.
Oman yang bertindak sebagai mediator mengatakan bahwa pembicaraan tingkat teknis akan digelar di Wina, Austria pekan depan
"Mereka membuat kemajuan signifikan," kata Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, dilansir dari Sky News pada Jumat (27/2/2026).
Pembicaraan ini dilakukan di tengah pengerahan armada perang AS dalam jumlah besar ke dekat Iran. Washington memgancam akan menyerang jika kesepakatan gagal tercapai.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump bahwa Iran memiliki waktu sekitar 10-15 hari untuk memenuhi tuntutan Washington.
Trump ingin Iran untuk menghentikan program nuklir secara keseluruhan. Dia juga mendorong Teheran untuk membatasi pengembangan rudal jarak jauh.
Sampai saat ini, Teheran menolak untuk memenuhi seluruh permintaan AS. Negeri Mullah itu masih ingin memiliki kemampuan untuk melakukan pengayaan uranium.
Energi Atom Internasional (IAEA), berbasis di Wina. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu kemungkinan akan memiliki peran dalam pembicaraan lanjutan pekan depan.
Pertemuan pekan ini adalah yang ketiga sejak Israel melancarkan perang 12 hari melawan Teheran Juni lalu. Dalam konflik itu, AS ikut melakukan serangan terhadap beberapa situs nuklir Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)