IDXChannel - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa operasi militer Epic Fury terhadap Iran telah berakhir.
Menurut Rubio, Epic Fury merupakan operasi militer yang bersifat ofensif. AS kini menjalankan operasi defensif di kawasan tersebut.
"Operasi Epic Fury telah selesai. Operasi tersebut telah berhasil mencapai tujuannya," kata Rubio dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Beberapa jam setelah pernyataan Rubio tersebut, Presiden Donald Trump menghentikan sementara misi Project Freedom di Selat Hormuz, yang bertujuan untuk untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia agar dapat keluar melalui Selat Hormuz.
“Project Freedom (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk melihat apakah perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani,” kata Trump dalam sebuah unggahan media sosial.
Bersama dengan Israel, AS memulai operasi Epic Fury pada 28 Februari. Kedua negara menyerang sejumlah wilayah di Iran dan menewaskan sederet pejabat tinggi negara tersebut.
Teheran merespons dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke seantero Timur Tengah, serta menutup Selat Hormuz.
AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada 8 April, yang dianggap banyak pihak di Washington sebagai akhir dari perang terbuka. Meski demikian, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih dibatasi oleh Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)