IDXChannel - Thailand menyetujui paket pinjaman darurat sebesar USD12,2 miliar atau sekitar Rp212 triliun untuk mengurangi dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah.
Dilansir dari CNA pada Selasa (5/5/2026), ini merupakan salah satu rencana pinjaman terbesar negara itu dalam beberapa dekade.
Dana tersebut akan digunakan untuk meringankan kesulitan ekonomi karena inflasi meningkat dan pertumbuhan melambat. Kementerian Keuangan pekan lalu memangkas perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,6 persen dari 2,4 persen.
Bantuan senilai 400 miliar baht akan disalurkan dari Juni hingga September, termasuk bantuan untuk lebih dari 20 juta orang berpenghasilan rendah di bawah skema pemerintah "Rakyat Thailand Saling Membantu" untuk meringankan biaya hidup.
"Dana tersebut juga akan digunakan untuk mendukung energi alternatif," kata Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas dalam konferensi pers setelah rapat kabinet.