Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai pada akhir Februari telah mengguncang harga energi global, mengakibatkan kenaikan harga minyak dan gas, transportasi, dan barang konsumsi.
"Kita akan melewati krisis ini bersama-sama," kata Perdana Menteri Anutin Charnvirakul kepada wartawan.
Jumlah pinjaman tersebut termasuk yang tertinggi dalam beberapa dekade, tetapi masih di bawah level saat krisis keuangan Asia 1997 dan pandemi Covid-19.
Utang publik mencapai 66,38 persen dari PDB negara pada Maret, di bawah batas 70 persen.
"Pinjaman baru tersebut tidak akan membuat pemerintah melampaui batas itu," kata menteri keuangan. (Wahyu Dwi Anggoro)