Menurut dia, kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mengantisipasi penurunan ketersediaan air dengan melakukan modifikasi cuaca. “Makanya kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya,” katanya.
Di sisi lain, kondisi musim kering juga meningkatkan potensi karhutla di Kalimantan Timur. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mencatat sepanjang Agustus 2026 telah terjadi 273 titik kejadian kebakaran lahan dengan luas sekitar 752 hektare berdasarkan data yang diterima BPBD.
“Di Agustus ini totalnya sudah 273 titik kejadian kebakaran lahan. Luas lahannya sekitar 752 hektare berdasarkan data yang masuk di kami,” kata Buyung.
Dia mengatakan penanganan karhutla tetap dilakukan, termasuk melalui langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
“Penanganan tetap dilakukan, termasuk upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat, melalui surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ujarnya.