Upaya modifikasi cuaca tersebut mulai diikuti dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Data Pos Curah Hujan Long Lebusan, wilayah Hulu WS Mahakam, mencatat hujan terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8/2026) pukul 02.00-02.30 WITA dengan curah hujan sekitar 20 milimeter.
Hujan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah sekitar Kutai Kartanegara. Di kawasan IKN, dampak terhadap kondisi hidrologis turut terlihat dari kenaikan muka air pada intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku untuk kebutuhan IKN.
Elevasi air yang sebelumnya berada di +2,04 meter meningkat menjadi +2,05 meter atau naik sekitar 1 sentimeter pada pukul 08.20 WITA. OIKN berharap kenaikan muka air tersebut dapat terus bertambah seiring dengan perkembangan hujan.
Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan/BMKG, Djoko Sumardiono, mengatakan keberhasilan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan potensial. Dia mengungkapkan, Kalimantan Timur selama hampir dua pekan terakhir tidak turun hujan.
Dia menjelaskan perkembangan awan menjadi faktor penting dalam menentukan pelaksanaan penyemaian. Pada pelaksanaan OMC kali ini, BMKG memantau pertumbuhan awan yang cukup baik di perbatasan utara Kalimantan Timur.
(Rahmat Fiansyah)