Dukungan kelanjutan studi ini diperkuat melalui Beasiswa Garuda 2026 yang memfasilitasi total 515 penerima ke berbagai kampus papan atas. Negara tujuan utama didominasi oleh Australia sebanyak 138 penerima, Singapura 72 orang, Kanada 70 orang, serta kampus dalam negeri sebanyak 140 orang.
Qodari menjelaskan bahwa keberhasilan lulusan menembus kampus dunia berpijak pada landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 yang disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025.
Program ini dijalankan berdasarkan tiga pilar utama, yaitu pemerataan akses pendidikan, pencetakan karakter kepemimpinan, dan integrasi prestasi akademik dengan pengabdian masyarakat.
"Sekolah Unggul Garuda berpijak pada Perpres Nomor 116 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan SMA Unggul Garuda yang diteken oleh Presiden Prabowo pada 20 November 2025. Sebagai komitmen pemerintah untuk menyiapkan SDM unggul di bidang sains dan teknologi agar lulusannya mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dunia," ujar Qodari.
Untuk menjaga keberlanjutan capaian tersebut, pemerintah mengembangkan dua skema penyelenggaraan, yaitu Sekolah Unggul Garuda baru dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT).