sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bakom Ungkap Siswa SMA Unggul Garuda Transformasi yang Masuk Kampus Top Dunia Naik 177 Persen

News editor Anggie Ariesta
19/08/2026 14:25 WIB
Capaian ini menjadi dampak terukur dari pelaksanaan program strategis pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi di STEM.
Bakom Ungkap Siswa SMA Unggul Garuda Transformasi yang Masuk Kampus Top Dunia Naik 177 Persen. (Foto: MNC Media)
Bakom Ungkap Siswa SMA Unggul Garuda Transformasi yang Masuk Kampus Top Dunia Naik 177 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan M. Qodari mengungkapkan bahwa jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Transformasi yang berhasil menembus perguruan tinggi terbaik di tingkat global mencatatkan lonjakan signifikan hingga 177 persen. 

Capaian ini menjadi dampak terukur dari pelaksanaan program strategis pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).

Menurut Qodari, peningkatan pesat tersebut tecermin dari lonjakan jumlah lulusan yang diterima di kampus mancanegara dari tahun sebelumnya.

"Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda transformasi yang berhasil lulus seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024-2025 yang lalu menjadi 388 siswa pada 2025-2026," kata Qodari dalam Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Arah Kebijakan RAPBN 2027, Rabu (19/8/2026).

Deretan universitas ternama dunia yang menjadi tujuan para siswa tersebut di antaranya University of California Berkeley, Nanyang Technological University, University of Toronto, University of Oxford, hingga Wageningen University.

Dukungan kelanjutan studi ini diperkuat melalui Beasiswa Garuda 2026 yang memfasilitasi total 515 penerima ke berbagai kampus papan atas. Negara tujuan utama didominasi oleh Australia sebanyak 138 penerima, Singapura 72 orang, Kanada 70 orang, serta kampus dalam negeri sebanyak 140 orang.

Qodari menjelaskan bahwa keberhasilan lulusan menembus kampus dunia berpijak pada landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 yang disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025. 

Program ini dijalankan berdasarkan tiga pilar utama, yaitu pemerataan akses pendidikan, pencetakan karakter kepemimpinan, dan integrasi prestasi akademik dengan pengabdian masyarakat.

"Sekolah Unggul Garuda berpijak pada Perpres Nomor 116 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan SMA Unggul Garuda yang diteken oleh Presiden Prabowo pada 20 November 2025. Sebagai komitmen pemerintah untuk menyiapkan SDM unggul di bidang sains dan teknologi agar lulusannya mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dunia," ujar Qodari.

Untuk menjaga keberlanjutan capaian tersebut, pemerintah mengembangkan dua skema penyelenggaraan, yaitu Sekolah Unggul Garuda baru dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT).

Pada skema Sekolah Unggul Garuda baru yang dikelola sebagai satuan kerja Kemendikti Sainstek, empat sekolah perintis telah beroperasi untuk tahun ajaran 2025–2027 di Kabupaten Belitung Timur (Bangka Belitung), Kabupaten Timor Tengah Selatan (NTT), Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara).

"Sekolah Unggul Garuda baru mencatatkan 307 peserta didik baru untuk tahun ajaran 2026-2027, yang terdiri dari 150 siswa dan 157 siswi. Jadi 49 banding 51 persen. Yang diseleksi dari 3.935 pendaftar yang lolos verifikasi tahap pertama. Jadi ini seleksinya sangat ketat," ungkap Qodari.

Sementara pada skema transformasi, pemerintah telah menetapkan 42 sekolah penerima program pengayaan yang tersebar di 15 provinsi. Pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80 SUGT dalam kurun waktu lima tahun atau hingga 2028 mendatang.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement