Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir, yang berpotensi memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani.
Berdasarkan data BPBD per Jumat (23/1/2026), banjir melanda 17 kecamatan, di antaranya Sukawangi dengan ketinggian air 30–130 sentimeter, Tambun Utara 30–120 sentimeter, Cikarang Utara dan Cikarang Timur 20–120 sentimeter. Banjir juga terjadi di Cabangbungin (30–110 sentimeter), Tambelang (40–100 sentimeter), Sukakarya (10–100 sentimeter), Kedungwaringin (30–100 sentimeter), Tambun Selatan (30–90 sentimeter), dan Karangbahagia (10–80 sentimeter).
Wilayah lain yang terdampak meliputi Babelan (20–80 sentimeter), Pebayuran (10–80 sentimeter), Cibitung (10–70 sentimeter), Sukatani (40–60 sentimeter), serta Tarumajaya dan Muaragembong dengan ketinggian 20–50 sentimeter. Selain itu, musibah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam,” kata Muchlis.
(kunthi fahmar sandy)