"Pendampingan yang kami berikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas," lanjutnya.
Pelaksanaan program ini menggandeng Titimangsa sebagai mitra pelaksana program. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan rekam jejak Titimangsa selama lebih dari 15 tahun dalam mengembangkan seni pertunjukan, pengalaman memproduksi berbagai karya seni dan program pelatihan.
Ada dua tahapan dalam pelaksanaan Sanggar Bakti BCA yakni tahap pertama, asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar potensial berdasarkan aktivitas seni, kapasitas organisasi, kualitas proses berkesenian, dan komitmen untuk berkembang.
Kemudian tahap kedua, pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, penguatan kapasitas organisasi, dan pengembangan karya pertunjukan.
Sebanyak 10 sanggar yang menjadi kandidat program telah menjalani penilaian oleh tim periset yaitu Elly Luthan (maestro & koreografer tari tradisi) dan Joned Suryatmoko (aktor dan pelaku seni).
Berdasarkan hasil evaluasi secara komprehensif, terpilih lima sanggar terbaik yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya melakukan presentasi secara langsung di hadapan panelis ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu Happy Salma (Pendiri Titimangsa), Nungki Kusumastuti (Akademisi Seni dan Pertunjukan), Sari Madjid (Produser dan Stage Manager Teater Koma), serta Nanang Hape (Budayawan dan Dalang).
Sebagai mitra pelaksana program Sanggar Bakti BCA, Happy Salma mengapresiasi kolaborasi dengan Bakti BCA dalam mendukung keberlanjutan seni pertunjukan di Indonesia.
Menurutnya, program ini menjadi ruang belajar yang membuka kesempatan bagi sanggar untuk memperkaya perspektif dalam mengelola serta mengembangkan aktivitas kesenian, juga memperkuat ekosistem dan keberlanjutan.
“Senang sekali dapat berkolaborasi dengan Bakti BCA dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Titimangsa. Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi. Harapan kami, sanggar yang terpilih dapat menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, dan semakin yakin melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka,” kata Happy Salma.
Nungki Kusumastuti pun berpesan agar sanggar yang terpilih dapat semakin memperkuat program yang akan dijalankannya setelah mendapatkan pendampingan dari BCA. Harapannya, pendampingan dapat berlangsung efisien dan tepat sasaran.
“Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab," kata Nungki.
"Saya berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri. Terlepas dari itu, saya ucapkan selamat karena sudah terpilih,” katanya.