"Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai satu contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bisa bermuara, bisa berasal dari laut," kata Sjafrie.
Dia menjelaskan, pengerukan sungai akan dilakukan bersamaan dengan upaya mendekatkan alat berat ke wilayah daratan terdampak bencana agar proses pembersihan dapat berjalan lebih efektif.
Setelah memperoleh persetujuan Presiden, Sjafrie melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan bersama TNI telah membentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi utama, yakni pendalaman kuala dan pemanfaatan air.
"Sudah bentuk Satgas Kuala. Satgas Kuala ini terdiri dari dua komposisi, satu komposisi untuk pendalaman kuala, dan satu komposisi untuk pemanfaatan air yang ada di kuala," kata dia.
"Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih," lanjutnya.
Sjafrie memastikan Satgas Kuala akan mulai bekerja dalam dua pekan ke depan dengan sasaran awal Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
(Nur Ichsan Yuniarto)