"Sehingga kita di bawah tidak merasakan dampak penyemaian itu, tapi penyemaian itu dampaknya langsung di atas, di atmosfer di sekitar 5.000 sampai 7.000 kaki. Nah, ini tentu upaya kita untuk memastikan bahwa dampak negatifnya itu tidak terjadi," ujarnya.
Melalui metode tersebut, Handoko memastikan operasi ini justru memberikan dampak positif yang signifikan. Hasil utamanya adalah berkurangnya kepekatan asap secara cepat, yang langsung berdampak pada peningkatan jarak pandang (visibilitas).
Peningkatan visibilitas ini dinilai sangat krusial guna menunjang faktor keselamatan di berbagai sektor transportasi, mulai dari penerbangan hingga pelayaran.
Tidak hanya memperbaiki jarak pandang, operasi modifikasi cuaca ini juga berhasil menekan angka polutan berbahaya secara drastis, khususnya partikel halus PM2,5.
"PM2,5 menurun sangat drastis. Dengan adanya operasi ini, udara menjadi lebih bersih. Ya, kesehatan masyarakat juga menjadi lebih baik," tuturnya.