BMKG mencatat El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.
Faisal menegaskan bahwa El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi secara bersamaan.
"Bahwa El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi bersamaan," kata Faisal.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memengaruhi sektor energi, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Nino sejak Maret 2026 sehingga kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi.