sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BMKG Sebut Fenomena Bediding Bisa Meluas ke Bali, NTB, dan NTT

News editor Binti Mufarida
30/07/2026 08:21 WIB
BMKG menyebut fenomena suhu dingin atau bediding tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga meluas hingga Bali, NTB, hingga NTT.
BMKG Sebut Fenomena Bediding Bisa Meluas ke Bali, NTB, dan NTT. (Foto: iNews Media Group)
BMKG Sebut Fenomena Bediding Bisa Meluas ke Bali, NTB, dan NTT. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena suhu dingin atau bediding yang belakangan dirasakan masyarakat tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga meluas hingga Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kondisi tersebut merupakan fenomena yang normal terjadi pada musim kemarau dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak kemarau pada Agustus–September 2026.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, bediding umumnya terjadi pada malam hingga pagi hari saat musim kemarau. Langit yang cerah dan minim tutupan awan membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer sehingga suhu udara pada malam hari menjadi lebih rendah.

Selain itu, fenomena tersebut dipengaruhi oleh penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering dari wilayah selatan khatulistiwa. Kondisi ini menyebabkan suhu dingin lebih terasa di wilayah Indonesia bagian selatan, terutama di daerah dataran tinggi.

"Fenomena suhu dingin atau bediding di Jawa saat ini merupakan hal yang normal pada musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, mengenakan pakaian hangat saat malam/pagi, serta menjaga asupan cairan. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga puncak kemarau pada Agustus-September 2026 dan tidak hanya terjadi di Jawa, tetapi juga di Bali, NTB, dan NTT," kata Guswanto dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement