BPBD setempat melaporkan penyebab kebakaran diduga karena adanya kelalaian warga membakar lahan untuk membuka lahan tanaman palawijawa. Setelah tim gabungan turun melakukan pemadaman, api berhasil ditaklukkan sehingga kondisi di lokasi dinyatakan terkendali.
Berikutnya, karhutla terjadi di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026) pukul 13.24 WIB. Titik api diketahui berada di RT 07/RW 02, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Kondisi cuaca panas disertai tiupan angin menyebabkan api dengan cepat membakar lahan kering yang dipenuhi dedaunan dan rumput kering. Kurang lebih dua hektare lahan yang terbakar berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Sementara itu, penanganan karhutla di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, juga telah selesai. Berdasarkan laporan Jumat (31/7/2026), api yang membakar lahan di Gampong Alulim, Kecamatan Blang Mangat, telah berhasil dipadamkan. Peristiwa ini mengakibatkan sekitar 10 hektare lahan terbakar tanpa menimbulkan korban jiwa.
Selain karhutla, kata Aam, BNPB juga mencatat kejadian baru bencana kekeringan di Provinsi Jawa Timur. Di Kabupaten Trenggalek, kekeringan berdampak pada 1.096 jiwa dari 390 kepala keluarga. BPBD Kabupaten Trenggalek telah melaksanakan distribusi air bersih sebanyak 28.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, kekeringan berdampak pada 296 kepala keluarga atau 916 jiwa. BPBD Kabupaten Gorontalo Utara telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga yang terdampak sekaligus telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 4.400 liter untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.