"Logam berat ini sifatnya bioakumulasi, dia tidak akan berkurang," tegasnya.
Terkait konsumsi siomay yang diduga mengandung ikan sapu-sapu, Triyanto meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik jika hanya mengonsumsi dalam jumlah kecil. Namun, risiko akan meningkat drastis jika menjadi konsumsi rutin.
"Kalau kita makan setiap minggu sampai 8 kilo berturut-turut setiap tahun, baru itu mungkin bahaya. Tapi kalau sekali-sekali saya kira itu masih bisa ditolerir oleh tubuh kita," jelasnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat lebih jeli saat membeli makanan.
"Yang penting kita lebih peduli, kita tanya sama penjualnya mohon maaf Bang ini dagingnya sehat atau nggak gitu ya. Nanti baru ditelusuri lagi," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)