sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bulan Kemerdekaan Dimulai, Intip Rangkaian Acara Kenegaraan Sambut 17 Agustus

News editor Binti Mufarida
31/07/2026 18:33 WIB
Rangkaian Bulan Kemerdekaan akan diawali dengan Zikir dan Doa Kebangsaan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Bulan Kemerdekaan Dimulai, Intip Rangkaian Acara Kenegaraan Sambut 17 Agustus. (Foto: MNC Media)
Bulan Kemerdekaan Dimulai, Intip Rangkaian Acara Kenegaraan Sambut 17 Agustus. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Pemerintah menyiapkan sejumlah agenda kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan kementerian, lembaga, dan partisipasi masyarakat.

“Perayaan bulan kemerdekaan tahun ini dirancang secara kolaboratif melalui kerja sama berbagai kementerian dan lembaga, serta juga melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya,” ujar Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dalam Konferensi Pers Bulan Kemerdekaan Tahun 2026 di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026).

Rangkaian Bulan Kemerdekaan akan diawali dengan Zikir dan Doa Kebangsaan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Kegiatan tersebut akan dihadiri para pejabat, tokoh agama, dan jemaah lintas agama, serta diisi dengan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.

“Zikir dan Doa Kebangsaan ini adalah momentum bersyukur sekaligus simbol persatuan serta kerukunan antarumat beragama,” ungkapnya seraya mengajak masyarakat untuk turut menghadiri kegiatan tersebut.

Pemerintah juga akan menyelenggarakan penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada individu, kesatuan, institusi pemerintah, maupun organisasi yang dinilai memiliki jasa, prestasi, darma bakti, dan kesetiaan luar biasa kepada bangsa dan negara. 

Menurut Juri, para calon berasal dari berbagai latar belakang yang telah diseleksi secara ketat.

“Para calon berasal dari berbagai latar belakang seperti akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, dan militer, serta tokoh-tokoh lainnya yang diseleksi secara ketat dan transparan oleh Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” jelasnya. 

Agenda berikutnya adalah pidato Presiden Republik Indonesia pada 14 Agustus 2026 yang akan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama berupa Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. 

Sementara sesi kedua berisi penyampaian Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Rancangan Nota Keuangan di hadapan Sidang Paripurna DPR RI.

Pada 15 Agustus 2026, pemerintah akan menggelar Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang dan pahlawan, sekaligus momentum untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan Indonesia.

Puncak peringatan akan berlangsung pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto akan bertindak sebagai inspektur upacara.

Pemerintah kembali membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti upacara secara langsung melalui mekanisme perebutan undangan atau war ticket. Juri menyebut bahwa informasi mengenai mekanisme dan waktu pendaftaran akan diumumkan lebih lanjut.

“Kami harapkan kegiatan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Pusaka pada tanggal 17 ini akan dihadiri oleh setidaknya 8.100 orang sebagai simbol peringatan HUT RI ke-81,” ujar Juri.

Selain masyarakat, Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan agar para tokoh bangsa diundang menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka. Undangan tersebut mencakup para presiden dan wakil presiden Republik Indonesia terdahulu sebagai wujud kebersamaan dalam memperingati hari kemerdekaan.

“Bapak Presiden memberi arahan bahwa pada peringatan atau Upacara Detik-Detik Proklamasi juga kita mengundang seluruh tokoh bangsa, termasuk para presiden, wakil presiden terdahulu supaya berkenan hadir mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi,” pungkas Juri.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement