Menurut Juri, para calon berasal dari berbagai latar belakang yang telah diseleksi secara ketat.
“Para calon berasal dari berbagai latar belakang seperti akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, dan militer, serta tokoh-tokoh lainnya yang diseleksi secara ketat dan transparan oleh Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” jelasnya.
Agenda berikutnya adalah pidato Presiden Republik Indonesia pada 14 Agustus 2026 yang akan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama berupa Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
Sementara sesi kedua berisi penyampaian Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Rancangan Nota Keuangan di hadapan Sidang Paripurna DPR RI.
Pada 15 Agustus 2026, pemerintah akan menggelar Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang dan pahlawan, sekaligus momentum untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan Indonesia.