"Saya ingin katakan kepada Republik ini, rakyat Indonesia hari ini ada menitipkan pesannya kepada saya untuk sampaikan kepada negara ini bahwa ada 26.000, Rp26 triliun yang sudah kami investasikan. Uang rakyat, Pak," ujarnya.
Sawaluddin mengatakan, para mitra rela berutang untuk membangun fasilitas dapur SPPG karena ingin mendukung program MBG. Ia menyebut, sebagian mitra kini menghadapi tekanan dari pihak yang memberikan pinjaman.
"Karena apa? Untuk mewujudkan cita-citanya, mendukung Presiden Prabowo dalam mensukseskan program makan bergizi gratis ini, menyiapkan fasilitas yang namanya dapur SPPG. Mereka rela berhutang, Pak," katanya.
Sawaluddin menyebut, para mitra harus menghadapi rentenir, penagih utang, hingga petugas bank karena dapur yang mereka bangun tidak dapat beroperasi.
"Mereka, Pak, ya, hari ini tidak ada yang berani pulang. Nggak ada yang berani pulang. Itu menunggu sama rentenir, ditunggu sama debt collector, ditunggu sama petugas bank," ujar Sawaluddin.