Pernyataan keras Menlu AS ini mengemuka saat kawasan Asia Tenggara sendiri tengah berhadapan dengan tumpang tindih klaim wilayah di Laut Cina Selatan, yang juga merupakan jalur maritim krusial bagi logistik global.
Kedatangan Rubio di Filipina juga bertepatan dengan kecaman AS atas bentrokan yang melibatkan armada laut China dan Filipina di perairan yang dipersengketakan tersebut.
Di sela-sela KTT ASEAN, Rubio dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu China Wang Yi, serta melakukan pembicaraan dengan anggota aliansi Quad yakni India, Australia, dan Jepang.
Mengenai konflik di Timur Tengah, Rubio menyatakan bahwa pihak Washington tetap membuka pintu diplomasi dengan Iran, namun menilai Tehran belum menunjukkan sikap serius dalam bernegosiasi.
"Jika mereka serius, kami juga akan serius. Namun jika tidak, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan para sekutu," pungkasnya. (Reporter: Sheqilla Sukma) (Wahyu Dwi Anggoro)