Tidak hanya memperoleh pekerjaan formal, mereka juga mendapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi, membangun jenjang karier, hingga melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa yang disediakan PNM.
Hingga saat ini, PNM telah menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia, dengan sekitar 88 persen di antaranya merupakan perempuan, dimana lebih dari 43 ribu merupakan lulusan SMA/K sederajat. Mereka menjadi ujung tombak pendampingan bagi jutaan perempuan prasejahtera nasabah PNM Mekaar sekaligus berperan sebagai agen pemberdayaan ekonomi di tingkat komunitas.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi pemberdayaan yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, sejak menjadi bagian dari Danantara, PNM terus memperkuat kontribusinya tidak hanya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha ultra mikro, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih inklusif bagi generasi muda Indonesia.
"Ketika usaha ultra mikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas. Karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas," jelas Kindaris.
Melalui pendekatan tersebut, PNM membuktikan bahwa dampak pembiayaan tidak berhenti pada bertambahnya modal usaha. Setiap usaha yang tumbuh mampu menggerakkan ekonomi keluarga, menciptakan kesempatan kerja baru, serta menghadirkan manfaat yang menjangkau masyarakat secara lebih luas. Inilah efek berganda pemberdayaan yang terus diperkuat PNM bersama Danantara dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(Shifa Nurhaliza Putri)