Carina menambahkan, penguatan diplomasi pendidikan akan memberi dampak besar, tidak hanya secara akademis tetapi juga dalam memperkaya pengalaman dan wawasan global generasi muda Indonesia.
“Kerja sama diplomatik bisa lebih fokus ke dalam bidang pendidikan sehingga banyak warga-warga dan mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia bisa berkesempatan kuliah di luar negeri, merasakan bagaimana berinteraksi dengan orang lain, orang luar negeri, sehingga bisa menambah ilmu bukan hanya dari sisi akademis, tapi juga non-akademis juga,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo berpesan agar para mahasiswa tetap semangat belajar serta menjunjung tinggi integritas dan loyalitas. Pesan tersebut membekas kuat bagi keduanya.
Kehadiran Presiden Prabowo di Abu Dhabi bukan hanya mempererat hubungan strategis Indonesia–UEA di tingkat pemerintahan, tetapi juga menyentuh langsung generasi muda Indonesia yang tengah menimba ilmu di luar negeri. Momen ini terasa semakin bermakna karena berlangsung saat Ramadan, menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa yang dapat bertemu langsung dengan Presiden di tanah perantauan.
(kunthi fahmar sandy)