IDXChannel—Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mendorong pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk mengirim nota diplomatik kepada otoritas Arab Saudi.
Hal ini ditujukan untuk meminta kejelasan perihal pemblokiran Down Payment (DP) Haji 2027 oleh otoritas Saudi.
"Kita dorong untuk segera mengirim nota diplomasi ke pemerintah Arab Saudi," ujar Singgih saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).
Lebih lanjut, Singgih mengaku telah mendapat penjelasan sekilas dari Kemenhaj terkait pemblokiran DP tersebut. Dari penjelasan itu, kata dia, pemblokiran dana ditujukan untuk membayar asuransi jemaah tahun ini.
"Jadi ada 600 orang yang diklaim ada jamaah yang sakitnya di luar cover asuransi yang di luar kontrak," ucap Singgih.
Singgih pun menilai, pemblokiran DP itu tak mempengaruhi BPIH 2027. "Karena sementara ada dana efisiensi 2026 sekitar Rp200 miliar. Untuk BIPIH mulai di bahas minggu depan," ungkapnya.
Sebelumnya, Kemenhaj telah menyampaikan keberatan melalui Nota Diplomatik yang dikirimkan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari komunikasi antarpemerintah untuk memperoleh klarifikasi dan penyelesaian yang baik.
Dalam rapat kerja tersebut, Komisi VIII DPR RI juga memberikan perhatian terhadap kepastian pengelolaan dana DP haji 2027 dan meminta pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi.
“Proses itu sedang dalam proses diplomatik. Kami sudah kirimkan nota diplomatik keberatan melalui KBRI Riyadh,” kata Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.
Kemenhaj menegaskan, evaluasi terhadap penyelenggaraan haji 2026 akan terus dilakukan, termasuk penguatan istithaah kesehatan dan perlindungan asuransi jemaah.
Pada saat yang sama, Kemenhaj akan menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi agar penyelenggaraan haji 2027 dapat dipersiapkan secara optimal.
“Yang paling penting adalah kita pastikan semuanya berdasarkan data, berdasarkan kontrak, dan berdasarkan proses verifikasi,” ujar Wamenhaj.
(Nadya Kurnia)