Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya konflik antara AS dan Iran di Timur Tengah. Iran menembakkan rudal ke pasukan AS di Yordania, sementara AS dan Arab Saudi menyerang kelompok bersenjata pro-Iran di Irak.
Iran mengaku menembaki pangkalan AS di Yordania dan kapal-kapal di Selat Hormuz. Teheran juga menolak proposal Oman untuk mengelola selat tersebut bersama-sama.
Trump mengatakan operasi terhadap Iran hanya akan berlangsung beberapa minggu ketika ia meluncurkannya pada Februari, tetapi pertempuran kini telah berlangsung selama lima bulan tanpa ada tanda-tanda akan berakhir. (Wahyu Dwi Anggoro)