“Melalui kemitraan ini, kami berharap petani kopi Indonesia memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus meningkatkan daya saing ekspor nasional," ujar Irfan seusai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan ESGIN Global Partners, dikutip Jumat (24/7/2026).
Pada tahap awal, Kabupaten Tanggamus, Lampung, dipilih sebagai lokasi awal kemitraan karena memiliki potensi yang sangat strategis sebagai salah satu sentra produksi kopi nasional. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tanggamus, produksi kopi daerah ini mencapai 39.165 ton pada 2025, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kabupaten ini juga memiliki luas areal perkebunan kopi sekitar 41.526 hektare yang dikelola oleh sekitar 40.084 kepala keluarga petani kopi, menjadikan sektor kopi sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.
Kecamatan Ulu Belu menjadi sentra produksi terbesar dengan produksi mencapai 12.067 ton dan luas areal sekitar 10.720 hektare, sehingga memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi lokasi percontohan pengembangan biochar dan proyek karbon berbasis perkebunan kopi.
Besarnya skala perkebunan kopi tersebut juga menghasilkan biomassa dalam jumlah yang sangat besar, mulai dari kulit kopi (coffee husk), ranting hasil pemangkasan, hingga limbah organik lainnya.